WRP Loseweight special discount.

 Read more ...
WRP Loseweight

Fakta Dibalik Vitamin D Terhadap Penurunan Berat Badan

Fakta Dibalik Vitamin D Terhadap Penurunan Berat Badan
Vitamin D diketahui berkaitan erat dalam meningkatkan imunitas tubuh dan menjaga kekuatan tulang. Tapi ternyata, tak hanya itu loh ladies, vitamin D juga bermanfaat dalam membantu penurunan berat badan. Kira-kira bagaimana konsumsi Vitamin D bisa membantu penurunan berat badan ya Ladies? Simak penjelasan lengkapnya yuk!

Ladies, siapa tidak asing dengan manfaat vitamin D? Vitamin ini sangat erat dikaitkan dalam meningkatkan imunitas tubuh dan kekuatan tulang. Ternyata fungsinya tidak hanya sebatas itu tapi juga berkaitan dengan penurunan berat badan. Studi menunjukkan bahwa kelompok wanita yang memenuhi kebutuhan vitamin D mengalami penurunan berat badan lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak.

Vitamin D dapat menurunkan berat badan dengan cara mengurangi pembentukan sel lemak baru dalam tubuh. Vitamin D juga dapat menekan penyimpanan sel lemak dan mengurangi akumulasi lemak tubuh. Selain itu, vitamin D dapat meningkatkan kadar serotonin, yaitu neurotransmitter yang memengaruhi segala hal mulai dari suasana hati hingga pengaturan tidur, seperti kita ketahui bahwa tidur yang berkualitas berhubungan dengan produksi hormon kortisol yang mampu meningkatkan metabolisme lemak menjadi energi. Serotonin juga berperan dalam mengendalikan nafsu makan, meningkatkan rasa kenyang, mengurangi berat badan, dan menurunkan asupan kalori. Tak hanya itu, vitamin D yang tinggi juga dapat memicu meningkatkan kadar testosteron. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kadar testosteron yang lebih tinggi dapat mengurangi lemak tubuh, menunjang pembentukan otot dan membantu mempertahankan penurunan berat badan jangka panjang.

Vitamin D dapat diproduksi oleh tubuh dengan cara berjemur di bawah sinar matahari sehingga membentuk prekursor vitamin D yang akan masuk ke dalam darah dan dikonversi oleh hati dan ginjal menjadi bentuk aktif vitamin D. Waktu yang direkomendasikan pukul 10.00-11.00 selama 5-15 menit, 2-3 kali seminggu. Namun, produksi vitamin D di dalam tubuh dipengaruhi oleh usia, polusi udara, cuaca, aktivitas dalam ruangan, pigmen kulit dan jam paparan sehingga sulit untuk diukur. Oleh karena itu, kita juga perlu memastikan asupan vitamin D dari makanan. Individu dengan riwayat obesitas memiliki kebutuhan vitamin D lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak obesitas. Adapun jumlah maksimal konsumsi vitamin D sebesar 4000 IU per hari atau 100 mcg/ hari, untuk kebutuhan normal dewasa sendiri sebesar 15 mcg. Vitamin D terkandung dalam setiap 100 g makanan seperti susu (1,1 mcg), yogurt (1,3 mcg), telur (2 mcg), Salmon (10,9 mcg), ikan kembung (13,8 mcg), dll. Sebaiknya jika kamu memiliki riwayat obesitas, konsultasikan kebutuhan vitamin D mu dengan dokter atau ahli gizi ya ladies.

Semangat Selalu Mencapai Tubuh Idealmu!

Sumber :

  • Grimaldi, A. S., Parker, B. A., Capizzi, J. A., Clarkson, P. M., Pescatello, L. S., White, M. C., & Thompson, P. D. (2013). 25(OH) Vitamin D is Associated with Greater Muscle Strength in Healthy Men and Women. Medicine and science in sports and exercise45(1), 157–162.
  • Sundari, L. (2018). Defisiensi Vitamin D pada Obesitas. Sport and Fitness Journal, 6(1), pp.1-5.