WRP Loseweight special discount.

 Read more ...
WRP Loseweight

Diet Golongan Darah Baik Untuk Kesehatan ?

Diet Golongan Darah Baik Untuk Kesehatan ?
Diet golongan darah merupakan diet yang dilakukan oleh seseorang menurut golongan darah masing-masing. D`Adamo Peter mengatakan bahwa reaksi kimia terjadi antara darah dan makanan yang dimakan. Reaksi ini merupakan bagian dari warisan genetik yang disebabkan oleh faktor yang disebut lektin (protein).

Ladies, golongan darah adalah suatu ciri khusus darah dari seorang individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein yang dimiliki pada permukaan membran sel darah merah, atau bisa juga dikatakan golongan darah ditentukan oleh jumlah zat (antigen yang terkandung di dalam sel darah merah individu). Golongan darah tidak hanya digunakan sebagai identitas biokimia dalam tubuh kamu, namun juga dimanfaatkan sebagai alternatif pemecahan masalah dalam mengatasi kondisi obesitas.

Diet golongan darah merupakan diet yang dilakukan oleh seseorang menurut golongan darah masing-masing. D`Adamo Peter mengatakan bahwa reaksi kimia terjadi antara darah dan makanan yang dimakan. Reaksi ini merupakan bagian dari warisan genetik yang disebabkan oleh faktor yang disebut lektin (protein). Diet golongan darah tidak hanya untuk menurunkan berat badan kamu saja ladies, namun juga dapat meningkatkan energi, meningkatkan imunitas serta dapat menghancurkan penyakit-penyakit serius seperti kanker.

Diet menurut golongan darah ini dikenalkan pertama kali pada tahun 1996 oleh Dr. Peter J D’Adamo, seorang naturopatis dari Stamford, Connecticut, Amerika Serikat. Pola pengaturan makan ini meyakini bahwa golongan darah dapat memberi petunjuk tentang kerentanan tubuh terhadap jenis penyakit tertentu sekaligus memandu jenis makanan yang cocok untuk mencegah penyakit tersebut. Menurut D'Adamo, perbedaan golongan darah manusia berasal dari perbedaan nutrisi yang dikonsumsi manusia sejak zaman prasejarah. Pada zaman itu, semua manusia memiliki golongan darah O, sebab mereka makan banyak daging, sedikit sayuran dan produk bukan dari ternak. Ini terjadi karena pada saat itu manusia menggantungkan hidupnya dari berburu. Ketika revolusi   pertanian dimulai, pemilik golongan darah A mulai berkembang, sebab mereka mengonsumsi hampir semua makanan untuk vegetarian. Kemudian muncul pemilik golongan darah B, yang  merupakan percampuran dari berbagai ras. Di era modern saat ini, semakin banyak orang memiliki golongan darah AB dan golongan darah lainnya yang bisa mengonsumsi segala jenis makanan lho.

Penggolongan makanan pada diet golongan darah ini dibedakan menjadi makanan yang sangat bermanfaat, makanan yang netral, dan makanan yang dihindari. Makanan yang sangat bermanfaat adalah makanan yang bereaksi sebagai obat, atau dianalogikan sebagai vitamin. Makanan netral adalah makanan yang bereaksi sebagai makanan, yaitu makanan yang menyediakan kalori dan nutrisi untuk tubuh kamu, sedangkan makanan yang harus dihindari adalah makanan yang bereaksi sebagai racun.

Seperti halnya food combining, diet golongan darah juga masih menimbulkan kontroversi. Dikutip dari www.gizi.net, John McMahon, seorang naturopatis dari Connecticut, Amerika Serikat, mengatakan bahwa penelitian D’Adamo atas pengaruh lektin terhadap makanan dijalankan di luar tubuh, yaitu dalam sebuah tabung uji. Padahal, seharusnya hal tersebut diteliti di dalam tubuh. Efek lektin makanan yang sudah dimasak juga belum terbukti dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Dr. Geoff Daniels, haematologist dari International Blood Group Reference Laboratory, Bristol mengatakan, "Saya tidak melihat adanya penelitian yang credible untuk diet ini. Salah satunya, soal lektin yang katanya bereaksi berbeda terhadap tiap golongan darah. Namun ia mengesampingkan fakta bahwa hampir semua lektin telah hancur atau terserap dalam sistem pencernaan jauh sebelum kontak dengan darah. John Foreyt, Ph.D, ilmuwan dari Baylor College of Medicine di Houston, AS, mengatakan hal yang senada,"Walaupun teori ini sudah lama sekali dibicarakan dan diteliti, tidak  ada kesimpulan yang didapat hingga saat ini.” Andrea Wiley, Ph.D, profesor antropologi dari James Madison University di Harrisonburg menambahkan “Tidak ada kaitannya antara tipe darah dan penyakit tertentu, ini adalah loncatan kesimpulan yang masih perlu diteliti lebih lanjut."

Demikian halnya dengan pembagian bahan makanan yang tergolong bermanfaat, netral maupun yang dihindari kurang jelas dalam batasan pengelompokannya. Diakui bahwa setiap idividu memiliki keunikan tersendiri, termasuk dalam respon terhadap bahan makanan yang dikonsumsi. Contohnya orang yang memiliki riwayat alergi terhadap bahan makanan tertentu. Di bidang kedokteran memang telah diakui adanya reaksi simpang makanan yang dialami oleh banyak manusia. Judarwanto, dokter spesialis anak, Children Allergy Clinic dari Rumah Sakit Bunda Jakarta menjelaskan bahwa reaksi simpang makanan adalah reaksi yang tidak diinginkan terhadap  makanan   yang ditelan. Reaksi ini merupakan kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan sistem tubuh yang ditimbulkan oleh paparan terhadap makanan.

Rekomendasi diet berdasarkan golongan darah sebaiknya lebih diwaspadai jika diterapkan oleh penderita penyakit tertentu, seperti diabetes dan penyakit ginjal. Perlu diingat bahwa cara diet ini tidak mempertimbangkan kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan, namun hanya berdasarkan satu faktor, yaitu golongan darah saja. Pola makan ini juga tidak mempertimbangkan jika seseorang menderita kondisi kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi. Walaupun dikatakan bahwa konsep diet food combining maupun golongan darah berdasarkan hasil penelitian, namun penelitian yang dilakukan D’Adamo maupun Dr. Hay tidak memenuhi standar penelitian ilmiah, karena hanya berdasar bukti empiris atau pengalaman yang dijalankan orang, yaitu mereka yang pernah datang ke kliniknya. Seharusnya teori yang hendak dijadikan acuan telah melewati proses penelitian tingkat tertinggi, yang disebut Prospectif Double Blind Randomize Clinical Trial. Artinya, penelitian tersebut mesti dilakukan dengan objek yang diambil secara acak.

Saat ini, para ahli gizi internasional menyepakati cara diet terbaik adalah dengan gizi seimbang. Jumlah energi yang masuk melalui makanan harus sesuai dengan kebutuhan masing - masing individu. Asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh kamu setiap hari harus mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral sesuai porsi masing-masing untuk memenuhi kebutuhan dan mengoptimalkan fungsinya di dalam tubuh. Pemilihan bahan makanan juga dianjurkan bervariasi sehingga tidak membosankan dan dapat saling melengkapi kandungan zat gizi yang kurang dari bahan makanan yang lain. Kebutuhan kalori dan zat gizi setiap orang harus disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, berat  badan, aktivitas fisik  yang dijalankan, tingkat stres dan penyakit yang diderita.

Nah ladies, semoga informasi mengenai diet golongan darah ini dapat menambah pengetahuan kita terhadap diet yang sering berkembang di masyarakat ya. Semoga bermanfaat !