WRP Loseweight special discount.

 Read more ...
WRP Loseweight

Banyak Makan Tapi Tetap Langsing, Kenapa Ya?

Banyak Makan Tapi Tetap Langsing, Kenapa Ya?
Makan banyak, tapi tetap kurus? Mungkin sebagian dari kamu pernah menemukan orang yang sudah makan banyak, tapi tubuhnya tetap langsing atau mungkin itu kamu sendiri. Kira-kira kenapa bisa begitu ya? Simak disini yuk!

Hi Ladies, mungkin dari kamu ada yang sedang menjalankan diet dengan mengurangi porsi makan agar angka di timbangannya tidak terus naik. Namun apakah kamu pernah menemukan, orang yang justru sudah makan apa saja tapi berat badannya tak kunjung naik alias tetap ideal. Apa penyebabnya ya kira-kira Ladies?

Berasarkan studi oleh Mayo Clinic, 16 orang dengan berat badan normal diberikan kalori extra 1.000 kalori/hari selama 8 minggu. Secara teori, hal ini berarti orang tersebut akan mengalami kenaikan berat badan sebanyak 7,3 kg. Berdasarkan hasil tersebut, kenaikan berat badan para peserta bervariasi paling sedikit 0,36 kg dan paling banyak 4,2 kg. Ternyata, ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang makan banyak tapi tidak gemuk-gemuk. Berikut di antaranya:

1. Metabolisme

Hal utama yang menyebabkan cepat atau lambatnya kenaikan berat badan adalah sistem metabolisme dan proses pembakaran kalori. Orang yang banyak makan tetapi tetap kurus berarti memiliki sistem metabolisme yang sangat tinggi. Sistem metabolisme yang sangat tinggi ini membuat makanan lebih cepat dicerna dan membakar kalori lebih besar dari metabolisme rata-rata, sehingga tidak menyebabkan adanya timbunan lemak di tubuh. Sebaliknya, orang yang makan sedikit tetapi sangat cepat gemuk berarti memiliki sistem metabolisme yang lambat. Metabolisme adalah proses tubuh yang mengubah makanan dan minuman yang dikonsumsi menjadi energi. Selama proses biokimia yang kompleks, kalori dalam makanan dan minuman yang dikombinasikan dengan oksigen akan melepaskan energi yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh.

2. Diet

Selain metabolisme, alasan lain adalah dari pola makan, seperti pemilihan menu yang selalu mengkombinasikan sayuran, buah (makanan dengan tinggi serat), makanan yang tidak mengandung lemak berlebih, makanan yang mengutamakan karbohidrat kompleks, pemenuhan air putih yang cukup serta jumlah kalori yang sesuai. Jadi pastikan porsi dan pemilihan bahan yang baik dan sesuai untuk tubuh masing-masing ya Ladies.

3. Aktivitas

Pengaruh dari aktivitas juga dapat dijadikan factor. Semakin banyak tubuh bergerak, tubuh semakin banyak membakar kalori, sehingga meski seseorang makan banyak tubuhnya tetap kurus karena aktivitasnya cukup padat. Dan sebaliknya, apabila tubuh tidak aktif bergerak, maka tubuh akan semakin sedikit membakar kalori.

4. Faktor Keturunan / Genetik

Faktor keturunan atau genetik dapat membuat seseorang memiliki metabolisme cepat. Metabolisme berperan penting dalam pembakaran kalori di dalam tubuh. Hal inilah yang kemudian menyebabkan seseorang tetap kurus meski sudah mengonsumsi banyak makanan. Kemenkes menyebutkan bahwa apabila salah satu orang tua mengalami obesitas maka peluang anak menjadi obesitas adalah 40-50% dan apabila kedua orang tua mengalami obesitas maka peluang anak menjadi obesitas adalah 70-80%. Namun, factor yang paling berperan penting adalah lifestyle kamuya Ladies.

Itulah beberapa alasan mengapa banyak makan namun berat badan tetap ideal. Ladies, pastikan menu makananmu sesuai porsi dan bahan yang sesuai dan jangan lupa untuk selalu olahraga ya, karena apabila pola makan dan hidup yang tidak seimbang, tetap akan berpengaruh juga ke komposisi tubuh yang lain seperti massa lemak, massa otot, dll. Buanglah perasaan membandingkan diri dengan orang lain, fokus pada tubuh mu dengan goals ideal dan sehat ya. Semangat.

 

Sumber :

Widiyanto. Metode Pengukuran Berat Badan. Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi FIK UNY

Kemenkes RI. 2020. Faktor Genetik merupakan Salah Satu Penyebab Obesitas. (Diakes tanggal 19 Juli 2021 : Faktor genetik merupakan salah satu penyebab Obesitas - Direktorat P2PTM (kemkes.go.id) )

Scott-Dixon Krista, Dkk. “The Essentials of Nutrition and Coaching” The Precision Nutrition Approach.