
TIPS
“Jika masih menyusui, pilih produk diet yang aman dan sehat. Hindari produk yang mengandung penekan nafsu makan dan pelarut lemak karena zat-zat tersebut bisa diteruskan ke bayi melalui ASI.”
FACT
Semasa kuliah Rizka senang mengenakan pakaian yang modis. Bukan hal sulit baginya untuk mengikuti perkembangan mode dengan berat idealnya yang 50 kg. Namun setelah melahirkan beberapa bulan yang lalu, beratnya melonjak menjadi 63 kg. Dan saat menyusui bayinya, dia memperbanyak makan, namun malah “keterusan” dan beratnya melompat lagi sampai 70 kg. Apalagi Rizka termasuk penggemar jeroan dan makanan berlemak.
Saat mendaftar program Shape Up Your Body Challenge dan dilakukan pengukuran oleh dokter, ternyata kolesterolnya tinggi. Dia pun terkejut dan bertekat untuk memperbaiki pola makan dan gaya hidupnya tidak hanya supaya langsing, tapi juga sehat. Alangkah leganya Rizka karena saat diukur sebulan kemudian, kolesterolnya telah turun ke level normal. Tubuh yang langsing dan lebih sehat berhasil diraihnya.
Sukses Rizka!







”Telur goreng mengandung berapa kalori ya?” atau ”Pilih kue coklat atau roti keju? Kalorinya lebih banyak yang mana?”, begitulah pertanyaan yang sering diajukan oleh Sinta, teman saya yang sedang berusaha menurunkan berat badannya.. Ya, mengatur pola makan pada saat diet sehat memang seringkali membingungkan dan membuah Anda khawatir ketika berdiet.