<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>WRP &#187; obesitas</title>
	<atom:link href="http://www.wrp-diet.com/tag/obesitas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wrp-diet.com</link>
	<description>Solusi efektif diet sehat &#38; pengaturan berat badan wanita untuk tampil langsing cantik ideal</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 17:17:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Stress dan Kesibukan di Kantor: Hati-hati dengan Kegemukan!</title>
		<link>http://www.wrp-diet.com/stress-dan-kesibukan-di-kantor-hati-hati-dengan-kegemukan/</link>
		<comments>http://www.wrp-diet.com/stress-dan-kesibukan-di-kantor-hati-hati-dengan-kegemukan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Mar 2011 06:50:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>emarketing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Diet]]></category>
		<category><![CDATA[Berat Badan]]></category>
		<category><![CDATA[Diet Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[kesibukan kantor]]></category>
		<category><![CDATA[obesitas]]></category>
		<category><![CDATA[stress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wrp-diet.com/?p=4105</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Occupational and Environmental Medicine menyatakan bahwa stress dan tingkat kesibukan yang tinggi ternyata selain berkaitan dengan meningkatnya resiko penyakit jantung, depresi, kelelahan, juga berkaitan dengan meningkatnya kegemukan. Mengapa demikian? Stress ternyata menyebabkan pola makan dan kebiasaan yang buruk. Setelah stress seharian bekerja di depan komputer atau menghadiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.wrp-diet.com/wp-content/uploads/2011/03/4.-Stress-dan-Kesibukan-di-.jpg" alt="Stress dan Kesibukan di Kantor: Hati-hati dengan Kegemukan!" title="Stress dan Kesibukan di Kantor: Hati-hati dengan Kegemukan!" width="217" height="300" class="alignleft size-full wp-image-4107" />Salah satu penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Occupational and Environmental Medicine menyatakan bahwa <em>stress </em>dan tingkat kesibukan yang tinggi ternyata selain berkaitan dengan meningkatnya resiko penyakit jantung, depresi, kelelahan, juga berkaitan dengan meningkatnya kegemukan. <span id="more-4105"></span></p>
<p>Mengapa demikian? <em>Stress </em>ternyata menyebabkan pola makan dan kebiasaan yang buruk. Setelah <em>stress </em>seharian bekerja di depan komputer atau menghadiri <em>meeting </em>yang berkelanjutan, biasanya ketika sampai di rumah, seseorang akan berusaha menikmati suasana santai di depan TV atau DVD kesukaan sambil melakukan kebiasaan “ngemil” dan biasanya, jenis <em>snack </em>atau makanan yang menjadi cemilan utama adalah makanan yang tinggi lemak dan tinggi kalori. Bahkan, penelitian tersebut juga menyatakan bahwa “ketika slip berwarna merah muda beredar (baca: slip gaji), maka makanan yang paling cepat habis di suatu pusat perbelanjaan adalah jenis makanan yang tinggi lemak dan tinggi kalori”.</p>
<p>Selain itu, beberapa pekerja juga mengakui bahwa mereka tidak mendapatkan waktu cukup untuk mengonsumsi makanan yang sehat ataupun berolahraga saat makan siang. Hal ini dikarenakan terbatasnya waktu yang tidak memungkinkan mereka meninggalkan meja kerja terlalu lama. </p>
<p>Dari penelitian, hampir lebih dari 65% karyawan ternyata memiliki kebiasaan menonton televisi lebih dari 2 jam setiap harinya. Ada pula fakta lainnya, dari 100 orang karyawan yang menonton TV lebih dari 3 jam ternyata 77 orang di antaranya mengalami obesitas. Selain itu, dibandingkan dengan orang-orang yang menonton TV kurang dari 2 jam per harinya, ternyata yang menonton TV lebih dari 4 jam, mengalami peningkatan resiko kegemukan sebesar 150%.</p>
<p>Mengapa demikian? Ternyata, terlalu lama menonton TV akan meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengonsumsi lebih banyak cemilan yang umumnya adalah tinggi lemak dan kalori. Kelebihan lemak dan kalori dari makanan inilah yang pada akhirnya memicu tingginya angka obesitas.</p>
<p><em>Stress </em>di kantor juga memicu terjadi nya “<em>stress eater</em>” yaitu ketika seseorang menjadikan makanan untuk mengurangi rasa <em>stress</em>. Hal ini tentu saja mengakibatkan terjadinya penumpukan kalori berlebih pada seseorang yang berujung pada obesitas. Selain itu, kondisi <em>stress </em>dan tekanan di kantor mampu mempengaruhi sistem keseimbangan hormon misalnya mampu menurunkan produksi hormon seks tertentu yang kemudian berujung pada peningkatan berat badan.</p>
<p><br /><br />
<strong><em>Reference</em></strong><br />
www.sciencedaily.com/releases/2010/03/100324142133.htm. (University of Rochester Medical Centre. 2010. Study connects workplace turmoil, stress, and obesity). </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wrp-diet.com/stress-dan-kesibukan-di-kantor-hati-hati-dengan-kegemukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beware of Your Fat Friend</title>
		<link>http://www.wrp-diet.com/beware-of-your-fat-friend/</link>
		<comments>http://www.wrp-diet.com/beware-of-your-fat-friend/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 03:35:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Diet]]></category>
		<category><![CDATA[Berat Badan]]></category>
		<category><![CDATA[Diet]]></category>
		<category><![CDATA[Diet Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[fat]]></category>
		<category><![CDATA[gemuk]]></category>
		<category><![CDATA[langsing]]></category>
		<category><![CDATA[Low Calorie Diet]]></category>
		<category><![CDATA[obesitas]]></category>
		<category><![CDATA[WRP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nfi-baf-026/wrp/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit menular? Flu, batuk, malaria, tifus, cacar, hepatitis B, hingga AIDS pasti langsung muncul di benak Anda. Namun, siapa yang menyangka bahwa masalah kegemukan, yang kebanyakan orang bahkan tidak menyadarinya sebagai suatu penyakit, ternyata juga bisa menular ke orang lain, termasuk Anda! Penyebaran Obesitas Di Indonesia, sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2004 oleh Indonesian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-278" title="Beware of Your Fat Friend" src="http://www.wrp-diet.com/wp-content/uploads/2008/09/fat-friend.jpg" alt="Beware of Your Fat Friend" width="300" height="222" /> Penyakit menular? Flu, batuk, malaria, tifus, cacar, hepatitis B, hingga AIDS pasti langsung muncul di benak Anda. Namun, siapa yang menyangka bahwa masalah kegemukan, yang kebanyakan orang bahkan tidak menyadarinya sebagai suatu penyakit, ternyata juga bisa menular ke orang lain, termasuk Anda! <span id="more-49"></span></p>
<p><strong>Penyebaran Obesitas</strong><br />
Di Indonesia, sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2004 oleh Indonesian Society for the Study of Obesity (ISSO) menunjukkan bahwa prevalensi obesitas di Indonesia adalah 9.16% pada penduduk pria dan 11.02% pada penduduk wanita. Masalah kegemukan atau obesitas ini perlu diperhatikan mengingat obesitas adalah faktor risiko penyebab <em>insulin resistance</em>, hipertensi, penyakit jantung dan stroke.</p>
<p><strong>Gemuk Menular?</strong><br />
Menurut penelitian yang dimuat di <em>New England Journal of Medicine</em>, seperti halnya penyakit menular, berada di dekat atau sering bersama seseorang yang gemuk akan meningkatkan risiko Anda untuk turut menjadi gemuk. Besarnya risiko bergantung pada kedekatan hubungan Anda dengan orang gemuk tersebut. Memiliki saudara yang gemuk meningkatkan risiko sebesar 40%. Jika pasangan Anda gemuk, Anda berisiko 37% lebih tinggi untuk menjadi gemuk pula.</p>
<p>Hubungan pertemanan ternyata paling berdampak pada penularan kegemukan. Peneliti menemukan bahwa seseorang berisiko 57% untuk menjadi gemuk dalam periode waktu tertentu jika berteman dengan seseorang yang juga menjadi gemuk dalam periode waktu yang sama. Efek di antara teman baik bahkan lebih dahsyat. Jika satu pihak menjadi gemuk, teman baiknya akan tiga kali lebih besar kemungkinannya untuk menjadi gemuk pula.</p>
<p><strong>Standar Kegemukan</strong><br />
Fenomena penularan kegemukan lewat relasi sosial merupakan akibat dari “standar kegemukan” di lingkungan hidup seseorang. Dalam artian, seseorang akan berpikir bahwa tidak masalah menjadi gemuk selama orang-orang di sekitarnya juga sama, bahkan lebih gemuk dari dirinya. Akibatnya, orang sering menetapkan teman, saudara, atau pasangannya sebagai acuan dalam menentukan berapa banyak yang harus dimakan, seberapa sering harus berolaraga, atau berapa berat tubuh yang ideal.</p>
<p>Bersama bisa gemuk, bersama bisa langsing pula. Karena relasi sangat menentukan, ajaklah teman baik atau saudara Anda untuk program menurunkan berat badan atau olahraga bersama. Jadikan kedekatan emosional senjata yang ampuh untuk mencapai sasaran yang Anda harapkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wrp-diet.com/beware-of-your-fat-friend/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kecil Gendut, Dewasa Gemuk</title>
		<link>http://www.wrp-diet.com/kecil-gendut-dewasa-gemuk/</link>
		<comments>http://www.wrp-diet.com/kecil-gendut-dewasa-gemuk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 03:29:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Diet]]></category>
		<category><![CDATA[Diet]]></category>
		<category><![CDATA[Diet Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[fat]]></category>
		<category><![CDATA[gemuk]]></category>
		<category><![CDATA[gendut]]></category>
		<category><![CDATA[hidup sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Low Calorie Diet]]></category>
		<category><![CDATA[obesitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nfi-baf-026/wrp/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Manusia memang makhluk yang sulit dimengerti. Bagaimana tidak? Saat Anda dewasa, rasanya ingin kembali ke masa anak-anak dan remaja, suatu masa dimana Anda bisa lebih bebas berekspresi. Begitu juga sebaliknya, ketika berada dalam masa kanak-kanak dan remaja, terkadang kita ingin cepat menjadi dewasa, agar mendapatkan aktualisasi diri. Padahal jika ditelusuri, perubahan usia terkadang tidak memberikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.wrp-diet.com/wp-content/uploads/2008/09/kecil-gendut-dewasa-gendut.jpg" alt="Kecil Gendut, Dewasa Gemuk" title="Kecil Gendut, Dewasa Gemuk" width="256" height="341" class="alignleft size-full wp-image-295" /> Manusia memang makhluk yang sulit dimengerti.  Bagaimana tidak? Saat Anda dewasa, rasanya ingin kembali ke masa anak-anak dan remaja, suatu masa dimana Anda bisa lebih bebas berekspresi. Begitu juga sebaliknya, ketika berada dalam masa kanak-kanak dan remaja,<span id="more-1007"></span> terkadang kita ingin cepat menjadi dewasa, agar mendapatkan aktualisasi diri. Padahal jika ditelusuri, perubahan usia terkadang tidak memberikan perubahan total pada diri Anda loh!</p>
<p>Coba Anda ingat-ingat, kebiasaan saat anak-anak dulu apa saja yang masih Anda lakukan hingga sekarang ini? Rasanya cukup banyak bukan? Mulai dari kebiasaan negatif seperti memilih-milih makanan hingga yang positif seperti berolahraga setiap pagi.  Tapi tidak hanya kebiasaan masa kecil saja yang bisa terbawa hingga dewasa, masalah berat badan saat kecil dan remaja pun ternyata juga bisa terbawa hingga dewasa.</p>
<p><strong>Selamanya Gemuk?</strong><br />
Benarkah kegemukan yang dibawa dari masa kecil dan remaja, bisa terus berlangsung hingga beranjak ke usia dewasa? Hasil penelitian yang tercantum pada <em>European Journal of Clinical Nutrition</em> menunjukkan bahwa berat badan atau penambahan berat badan yang terjadi pada usia 7 hingga 11 tahun merupakan prediksi utama kegemukan pada saat dewasa. Diketahui bahwa mereka yang memiliki berat badan berlebih atau mengalami penambahan berat badan yang drastis pada usia 7 hingga 11 tahun ternyata memiliki risiko kegemukan saat dewasa yang lebih tinggi.</p>
<p>Bahkan, diperkirakan bahwa 80 % dari remaja yang mengalami kelebihan berat badan saat ini akan menderita obesitas pada saat dewasa nanti. Sekedar informasi, data dari <em>Central European Journal of Public Health</em> (2006) menunjukkan bahwa terdapat lebih dari 22 juta anak-anak di dunia yang mengalami kelebihan berat badan. Angka yang sangat besar sekali, bukan? Berat badan yang berlebih saat masa anak-anak dan remaja, ternyata memberikan dampak yang buruk bahkan ketika Anda telah dewasa.</p>
<p><strong>Obesitas Membahayakan Jantung</strong><br />
Hal yang lebih menyeramkan, masalah obesitas ini ternyata erat kaitannya dengan berbagai masalah kesehatan, terutama penyakit jantung dan diabetes. <em>The New England Journal of Medicine</em> menyatakan bahwa para remaja yang menderita obesitas memiliki tingkat risiko terkena penyakit jantung pada saat dewasa (termasuk serangan jantung dan nyeri kronis pada bagian dada) yang lebih tinggi.</p>
<p>Selain itu, obesitas juga diketahui erat kaitannya dengan diabetes. Diabetes adalah suatu penyakit dimana penderitanya mengalami gangguan metabolisme glukosa sehingga glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel namun tetap berada di dalam darah. Diabetes sendiri erat kaitannya dengan berbagai macam gangguan kesehatan dan komplikasi, seperti penyakit jantung, stroke, kebutaan, hingga koma yang berujung pada kematian. Makin menyeramkan bukan?</p>
<p><strong>Hidup Sehat Sedari Dini</strong><br />
Cara paling efektif untuk mengatasi masalah kesehatan akibat obesitas adalah dengan menjaga berat badan sejak dini. Mungkin sebagai orang tua, kita senang jika memiliki anak yang montok. Selain menggemaskan, anak yang montok, selalu diidentikan dengan anak yang sehat. Padahal anggapan ini dapat memberikan petaka bagi anak kita. Apalagi, jika pola makan yang tidak sehat sudah menjadi kebiasaannya sejak kecil hingga remaja.<br />
Para peneliti menyatakan bahwa akan sangat sulit menekan risiko gangguan kesehatan pada mereka yang sudah menderita obesitas, terutama risiko penyakit diabetes yang erat kaitannya dengan penyakit jantung.</p>
<p>Cara menjaga berat badan pada anak-anak dan remaja sebenarnya tidak sulit kok! Yang terpenting adalah mengikuti pola hidup sehat dengan memilih makanan yang sehat dan tepat serta berolahraga secara teratur. Susu memang merupakan minuman wajib bagi mereka yang masih berada dalam masa pertumbuhan. Namun, terkadang kita sering salah memilih susu anak dan remaja. Kita cenderung memilih susu dengan kandungan lemak yang tinggi.  Untuk memiliki berat ideal, sedari awal sebaiknya Anda memilih makanan yang kaya nutrisi namun rendah lemak, seperti susu rendah lemak agar masalah berat badan tidak perlu dikhawatirkan lagi sejak masa anak-anak.  Alhasil, masa anak-anak, remaja hingga dewasa menjadi sama indahnya dengan berat badan yang selalu terjaga ideal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wrp-diet.com/kecil-gendut-dewasa-gemuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nonton Sinetron Bikin Gemuk?</title>
		<link>http://www.wrp-diet.com/nonton-sinetron-bikin-gemuk/</link>
		<comments>http://www.wrp-diet.com/nonton-sinetron-bikin-gemuk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 11:43:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Diet]]></category>
		<category><![CDATA[Diet]]></category>
		<category><![CDATA[Diet Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[gemuk]]></category>
		<category><![CDATA[langsing]]></category>
		<category><![CDATA[nonton]]></category>
		<category><![CDATA[obesitas]]></category>
		<category><![CDATA[tubuh ideal]]></category>
		<category><![CDATA[WRP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nfi-baf-026/wrp/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Sibuk terus, begitulah yang dihadapi sehari-hari. Berbagai macam hal, mulai dari masalah pekerjaan hingga urusan bersenang-senang, menyebabkan berkurangnya waktu tidur. Apalagi ada tayangan sinetron tengah malam yang sayang untuk dilewatkan. Walaupun rasa kantuk melanda, tetap saja Anda bergadang. Lingkaran hitam di bawah mata pun semakin terlihat jelas. Bagi Anda yang mengalami hal ini, hati-hatilah dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.wrp-diet.com/wp-content/uploads/2008/09/tv-fat.jpg" alt="Nonton Sinetron Bikin Gemuk?" title="Nonton Sinetron Bikin Gemuk?" width="256" height="341" class="alignleft size-full wp-image-297" /> Sibuk terus, begitulah yang dihadapi sehari-hari. Berbagai macam hal, mulai dari masalah pekerjaan hingga urusan bersenang-senang, menyebabkan berkurangnya waktu tidur. Apalagi ada tayangan sinetron tengah malam yang sayang untuk dilewatkan. <span id="more-1002"></span> Walaupun rasa kantuk melanda, tetap saja Anda bergadang. Lingkaran hitam di bawah mata pun semakin terlihat jelas. Bagi Anda yang mengalami hal ini, hati-hatilah dengan berat badan Anda karena penelitian menunjukkan adanya kaitan yang erat antara waktu tidur dan obesitas.</p>
<p><strong>Tidur Vs Berat Badan</strong><br />
Orang yang ingin menurunkan dan mempertahankan berat badan pasti memperhatikan pola makan dan aktivitas. Namun, ternyata pola tidur juga dapat mempengaruhi berat badan Anda. Begitulah kesimpulan dari beberapa penelitian yang dilakukan oleh para ahli.</p>
<p>Waktu tidur yang kurang ternyata dapat meningkatkan resiko kegemukan. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari <em>Columbia University</em> menunjukkan bahwa tidur kurang dari 7 jam sehari dapat meningkatkan resiko kegemukan. Orang-orang yang tidur selama 6 jam sehari memiliki resiko kegemukan 23 % lebih tinggi, sedangkan mereka yang tidur 5 jam sehari memiliki resiko kegemukan 50 % lebih tinggi. Bahkan, tidur kurang dari 4 jam dapat meningkatkan resiko kegemukan hingga 73 %.</p>
<p>Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian lain yang dilakukan oleh para ahli di Spanyol. Hasil penelitian yang tercantum pada <em>International Journal of Obesity</em> ini menunjukkan adanya penurunan tingkat resiko kegemukan sebanyak 24 % untuk setiap tambahan 1 jam tidur.</p>
<p><strong>Tidur Vs Hormon</strong><br />
Hasil penelitian yang tercantum pada <em>Journal of the American Medical Association</em> dan <em>The Lancet</em> menunjukkan bahwa waktu tidur yang kurang dapat mengganggu sistem metabolisme dan sistem hormonal di dalam tubuh. Perubahan inilah yang diyakini berkaitan dengan penambahan berat badan akibat kurang tidur.</p>
<p>Para peneliti dari <em>University of Chicago</em> menunjukkan terjadinya peningkatan kadar hormon <em>cortisol</em>, yang merupakan hormon yang diproduksi pada saat kondisi stress, setelah 6 hari dengan waktu tidur yang kurang. Peningkatan kadar hormon cortisol ini menyebabkan terjadinya peningkatan kadar hormon insulin, yang kemudian mendorong terjadinya penumpukan lemak di dalam tubuh.</p>
<p>Selain itu, kurangnya waktu tidur juga dapat menyebabkan terjadinya penurunan kadar hormon <em>tryptophan</em> (hormon yang berperan di dalam pengaturan laju metabolisme) serta kadar <em>growth hormone</em> (hormon yang berperan penting di dalam pembakaran lemak dan pembentukan otot).</p>
<p><strong>Tidur Vs Nafsu Makan</strong><br />
Leptin dan ghrelin merupakan hormon yang berfungsi untuk mengatur nafsu makan. Kadar leptin yang meningkat akan menyebabkan kita merasa kenyang, sedangkan kadar ghrelin yang meningkat justru akan meningkatkan nafsu makan. Penelitian menunjukkan bahwa waktu tidur yang kurang (hanya selama 4 jam) dapat menyebabkan penurunan kadar leptin sebesar 18 % dan peningkatan kadar ghrelin sebesar 18 %. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan nafsu makan, terutama terhadap makanan yang manis (permen dan kue), makanan yang asin (keripik dan kacang), dan makanan yang tinggi karbohidrat (roti dan pasta). Wah, musuh-musuh diet nih&#8230;</p>
<p>Selain itu, rasa kantuk akibat kurang tidur juga menyebabkan sulitnya mengambil keputusan yang tepat. Hal ini disebabkan karena mengantuk dapat membuat Anda lupa sesaat terhadap motivasi Anda untuk menjaga berat badan. Akibatnya, Anda akan lebih memilih makanan tinggi kalori yang lezat apabila dibandingkan dengan makanan rendah kalori.</p>
<p>Meskipun begitu, bukan berarti bahwa kurangnya waktu tidur pasti akan menyebabkan terjadinya kegemukan. Bukan berarti juga, bahwa tidur di dalam waktu yang lama dapat membantu menurunkan berat badan. Perlu diingat bahwa berat badan berkaitan erat dengan pola hidup, mulai dari pola makan hingga kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan. Jadi, mulailah memiliki gaya hidup sehat dari sekarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wrp-diet.com/nonton-sinetron-bikin-gemuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mom’s Obese Sin</title>
		<link>http://www.wrp-diet.com/mom%e2%80%99s-obese-sin/</link>
		<comments>http://www.wrp-diet.com/mom%e2%80%99s-obese-sin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 07:37:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Diet]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[Berat Badan]]></category>
		<category><![CDATA[Diet]]></category>
		<category><![CDATA[Diet Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[gaya hidup sehat]]></category>
		<category><![CDATA[hidup sehat]]></category>
		<category><![CDATA[kegemukan]]></category>
		<category><![CDATA[obesitas]]></category>
		<category><![CDATA[WRP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nfi-baf-026/wrp/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Karir, Cinta, dan Cita sudah Anda peroleh. Namun, rasanya ketiganya memang perlu disempurnakan lagi dengan hal lain yang lebih menakjubkan, yaitu memberikan nafas kehidupan bagi anak Anda kelak. Pastinya menjadi dambaan dalam hidup setiap wanita adalah menjadi seorang ibu yang akan menyempurnakan kehidupan Anda sebagai seorang wanita. Dalam prosesnya, pastilah setiap ibu mendambakan anak yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.wrp-diet.com/wp-content/uploads/2008/09/mom-mistake.jpg" alt="Mom’s Obese Sin" title="Mom’s Obese Sin" width="300" height="180" class="alignleft size-full wp-image-313" /> Karir, Cinta, dan Cita sudah Anda peroleh. Namun, rasanya ketiganya memang perlu disempurnakan lagi dengan hal lain yang lebih menakjubkan, yaitu memberikan nafas kehidupan bagi anak Anda kelak.  Pastinya menjadi dambaan dalam hidup setiap wanita adalah menjadi seorang ibu yang  akan menyempurnakan kehidupan Anda sebagai seorang wanita. Dalam prosesnya, pastilah setiap ibu mendambakan anak yang dilahirkannya dalam kondisi yang sehat.<span id="more-981"></span></p>
<p><strong>Awasi Berat Badan Anda! </strong><br />
Tetapi tahukah Anda bahwa dambaan ini bisa hanya menjadi mimpi saja oleh masalah yang sering mengganggu setiap orang, khususnya wanita, yaitu  masalah berat badan. Apa sih hubungannya antara berat badan dengan kesehatan anak? Jangan salah, ternyata pepatah <em>like mother like daughter</em> bukanlah sekedar pepatah lama dan isapan jempol belaka. Penelitian terbaru yang dilaporkan dalam <em>Jurnal Archives of Diseases in Childhood</em> baru-baru ini menyimpulkan bahwa jika seorang wanita memiliki berat badan yang berlebih sebelum hamil, maka peluang sang buah hati yang dilahirkan dan menderita obesitas sejak kecil sangatlah besar.</p>
<p>Para peneliti tersebut melihat bahwa ada 3 faktor yang berkontribusi besar terhadap peluang seorang anak menderita obesitas. Pertama dilihat dari sisi genetik, yakni berat badan ibu yang berlebih (obesitas). Faktor lainnya adalah buah hati yang dilahirkannya berjenis kelamin perempuan, dan faktor terakhir adalah kebiasaan menonton televisi yang berlebihan. Dalam penelitian ini, para peneliti lebih menekankan terhadap masalah genetik.</p>
<p><strong>Obese Mom, Obese Child</strong><br />
Penelitian yang melibatkan sebanyak 571 responden anak-anak ini berlangsung selama kurun waktu 3.5 tahun, yakni saat mereka menginjak usia 3.5 sampai memasuki usia 7 tahun. Di setiap kegiatan tertentu, persen total lemak tubuh (<em>body fat</em>) setiap anak dipantau secara rutin dan hasilnya ditemukan bahwa peluang anak menderita obesitas menjadi semakin tinggi di saat usia mereka semakin bertambah dan yang terbesar terjadi pada anak-anak yang ibunya mengalami kelebihan berat badan (obesitas). Walaupun demikian kesimpulannya, peneliti belum menemukan gen-gen apa yang diturunkan dari ibu ke anak yang dapat menyebabkan anak tersebut menderita obesitas.</p>
<p>Faktor kebiasaan terlalu lama menonton televisi juga ikut diteliti oleh para ilmuwan tersebut. Hasilnya bahwa anak-anak yang menonton televisi lebih dari tiga jam sehari, persen total lemak tubuhnya juga meningkat. Akan tetapi hasil pengukuran menunjukkan bahwa peningkatan lemak tubuh terbesar terjadi pada anak-anak yang ibunya mengalami kelebihan berat badan (obesitas).</p>
<p>Dari informasi ini, ternyata faktor berat badan ibu, secara genetik, berpengaruh besar terhadap berat badan buah hatinya di masa mendatang. Tubuh anak yang gempal dan <em>chubby</em> ternyata bukanlah menjadi sesuatu yang menarik lagi. Di balik tubuh yang gempal dan <em>chubby</em> itu berisiko besar terhadap penyakit-penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan juga serangan jantung di masa mendatang. Pastinya sebagai seorang ibu tidak menginginkan hal tersebut terjadi pada anak anda bukan?</p>
<p>Oleh karena itu informasi ini setidaknya dapat membantu bagi Anda yang ingin merencanakan kehamilan dan juga tentunya bagi masa depan anak Anda. Jika saat ini berat badan Anda masih berlebih, mungkin ada baiknya jika Anda menurunkan berat badan Anda sebagai bentuk persiapan memasuki masa kehamilan. Cobalah untuk menjalani pola hidup diet yang sehat terlebih dahulu sehingga berat badan anda ideal kembali. Yang terpenting saat anda menjalani pola hidup diet yang sehat, prinsipnya adalah dengan mengatur asupan kalori tubuh Anda sehingga kalori yang masuk tidak lebih besar dibandingkan kalori yang keluar. Namun jangan sampai kalori yang masuk terlalu rendah supaya kesehatan Anda tidak terganggu. Untuk mendukung program tersebut, Anda wajib mengimbanginya dengan berolahraga secara teratur.</p>
<p><em>Like mother like daughter</em> bukan lagi sekedar pepatah belaka. Dengan memiliki berat badan ideal sebelum masa kehamilan, Anda telah memberikan yang terbaik untuk bayi Anda kelak. <em><strong>So,&#8230;good for you, good for your baby!</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wrp-diet.com/mom%e2%80%99s-obese-sin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

