3

Smart Mom, Smart Baby

     

Smart Mom, Smart Baby Kebahagiaan dan kebanggaan tidak terkira dirasakan ibu jika berhasil menyusui bayinya, khususnya setelah hamil anak pertama. Sebab, air susu ibu alias ASI merupakan makanan yang sempurna bagi bayi. Kunci kesuksesan menyusui adalah rasa cinta, ketekunan, kesabaran, percaya diri, disertai penerapan manajemen laktasi yang baik. Pemberian ASI Eksklusif dilakukan dari menit pertama bayi lahir, diletakan di dada ibunya sehingga bayi dapat menyusu sendiri, sampai pada umur bayi 6 bulan, tanpa diberi apapun selain ASI, tidak susu formula, air putih, air gula apalagi makanan padat kecuali sedikit vitamin dan obat.

ASI memang diketahui memiliki banyak manfaat bagi sang buah hati. Salah satu manfaat ASI yang banyak dikenal adalah untuk kecerdasan si mungil. Pada tahun 1997-2002 American Academy of Pediatric merekomendasikan bahwa ASI sumber makanan tunggal untuk bayi sampai 6 bulan pertama kehidupannya. Dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI pada umur bayi 6 bulan sampai bayi berumur 2 tahun. Banyak yang menyatakan bahwa anak-anak yang diberikan ASI sewaktu bayi memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi. Benarkah hal ini?

ASI dan Kecerdasan : Pengaruh Genetik
Awalnya, para ahli meyakini bahwa kandungan asam lemak di dalam ASI-lah yang berperan meningkatkan kecerdasan anak-anak yang diberikan ASI sewaktu bayi. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa hubungan antara ASI dan tingkat kecerdasan ternyata dipengaruhi oleh faktor genetik.

Hasil penelitian yang tercantum pada Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America menunjukkan bahwa mereka yang memiliki varian tertentu pada gen FADS2-nya akan memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi apabila diberikan ASI sewaktu bayi. Bahkan, peningkatan tingkat kecerdasan ini bisa mencapai 7 poin pada tes IQ (Intelligent Quotient).

Berita baiknya, varian ini ditemukan pada hampir 90 % dari populasi, yang berarti bahwa hampir semua orang dapat merasakan manfaat ASI untuk meningkatkan kecerdasan. Sebaliknya, pada mereka yang tidak memiliki varian ini, tidak ditemukan hubungan antara tingkat kecerdasan dan ASI. Untuk informasi, gen FADS2 sendiri merupakan gen yang berfungsi mengatur enzim yang mengubah asam lemak di dalam makanan menjadi asam lemak AA dan DHA yang penting untuk perkembangan otak.

ASI dan Kesukaan Rasa
Dan bagi Anda para ibu yang sedang memberikan ASI, perhatikanlah makanan yang Anda konsumsi. Tidak hanya dapat mempengaruhi kandungan nutrisi di ASI, makanan yang dikonsumsi oleh ibu menyusui ternyata juga dapat mempengaruhi tingkat kesukaan sang anak terhadap makanan tertentu nantinya.

Hasil penelitian yang tercantum pada jurnal Pediatrics menunjukkan bahwa rasa yang terkandung pada makanan yang dikonsumsi ibu dapat masuk ke dalam ASI dan dirasakan oleh bayinya. Akibatnya, konsumsi makanan tertentu (terutama buah dan sayuran) secara rutin oleh ibu yang menyusui akan mendorong bayi untuk terbiasa dan menyukai rasa makanan tersebut. Sebagai contoh, mengkonsumsi banyak sayuran selama ibu menyusui akan mendorong anaknya untuk terbiasa dan menyukai rasa sayuran tersebut.

Hal ini sangat penting mengingat banyak anak kecil yang tidak menyukai buah dan sayuran. Padahal, kedua jenis makanan ini diketahui banyak mengandung serat, vitamin, dan mineral yang penting untuk kesehatan. Dengan mendorong si mungil untuk terbiasa dengan rasa buah dan sayuran sejak dini, mereka pun akan lebih menyukai dan lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayuran nantinya..

Nah, para ibu, berikanlah yang terbaik untuk sang buah hati melalui ASI. Karena bayi Anda merupakan cerminan diri Anda.

Tags:

Comments are closed.