| |
Jumlahkan skor pertanyaan pada nomor 1, 7, 15, 18, 19 |
Jumlahkan skor pertanyaan pada nomor 2, 8, 14, 21, 22 |
Jumlahkan skor pertanyaan pada nomor 3, 6, 12, 13, 23 |
Jumlahkan skor pertanyaan pada nomor 4, 9, 10, 17, 24 |
Jumlahkan skor pertanyaan pada nomor 5, 11, 16, 20, 25 |
| A = |
B = |
C = |
D = |
E = |
| Kategori Anda |
Concerned About Nutrition |
Creative Cooks |
Busy Cooking Avoiders |
Guilt-Ridden Dieters |
Impulsive Eaters |
Result
A. Concerned About Nutrition
Congratulations! Anda termasuk orang yang sangat peduli terhadap apa yang Anda makan. Kondisi ini sangat baik dan perlu dipertahankan. Kepedulian terhadap apa yang dikonsumsi membuat Anda dengan mudah mencapai goal dari program diet yang sudah direncanakan. Namun, tidak bisa dipungkiri, godaan-godaan dari lingkungan sekitar dapat menjadikan Anda "berputar haluan" dan tentu ini akan mengacaukan semua rencana jangka panjang Anda.
Supaya hal ini tidak terjadi, ikutilah tips-tips berikut:
- Carilah teman terdekat yang dapat saling mengingatkan ketika Anda makan.
- Hindari makanan yang digoreng. Pilihlah makanan yang direbus, dikukus, atau dipanggang.
- Selalu perhatikan jenis, porsi, serta kalori camilan Anda. Contohnya cookies dengan kalori terkontrol.
- Berolahragalah secara rutin.
B. Creative Cooks
Anda termasuk wanita idaman keluarga. Kenapa? Ternyata Anda senang berkreasi dengan makanan sehingga memasak menjadi suatu kegiatan yang menarik dan tidak membosankan. Terlebih lagi, variasi makanan yang Anda kreasikan, bisa membuat Anda dan keluarga enggan untuk makan di luar. Namun coba Anda review sejenak terhadap apa yang sudah Anda masak selama ini. Apakah Anda memperhatikan betul kandungan nutrisi di dalamnya? Dengan lebih peduli terhadap apa yang dimasak, tentunya memberi dampak kesehatan yang lebih baik bagi Anda dan anggota keluarga Anda.
Variasikanlah setiap makanan yang Anda buat misalkan dengan sayuran yang mengandung banyak serat serta daging dan sumber protein lainnya. Akan lebih baik bila Anda memasak dengan cara mengukus, merebus, atau memanggang dibandingkan dengan menggoreng. Gunakanlah minyak jagung dalam menumis, gula rendah kalori untuk menambah rasa manis, atau santan rendah lemak untuk memasak masakan santan.
C. Busy Cooking Avoiders
Anda yang termasuk kelompok ini adalah orang yang super sibuk sehingga tidak peduli terhadap apa yang Anda konsumsi. Anda pun tidak memiliki cukup waktu untuk memasak. Bahkan tak jarang waktu makan pun terpaksa sering dilewatkan karena padatnya aktivitas Anda. Tanpa disadari, pilihan makan siap saji yang praktis seperti junk food menjadi pilihan utama ketika makan. Anda pun tidak peduli terhadap apa yang dikonsumsi. Tentu hal ini tidak baik, karena Anda dapat mengalami kekurangan nutrisi seperti vitamin, mineral, dan zat gizi lain yang dibutuhkan tubuh Anda selain risiko kelebihan berat badan dan obesitas karena konsumsi kalori dan lemak yang berlebihan.
Kekurangan nutrisi tersebut cepat ataupun lambat akan sangat mempengaruhi kinerja tubuh Anda. Selain itu, efek jangka panjang dari kelebihan kalori dapat menimbulkan penimpukan lemak yang memicu penyakit jantung, diabetes, stroke, dan penyakit lainnya. Supaya Anda jangan terjebak di dalam kondisi ini, cobalah ikuti beberapa tips berikut.
- Hindari makanan-makanan cepat saji seperti junk food yang pada umumnya digoreng dengan minyak dalam jumlah banyak. Carilah makanan yang direbus, dikukus atau dipanggang. Spaghetti and salad misalnya.
- Hindari pula makanan atau minuman yang mengandung banyak gula seperti es krim dan milkshake dengan cream. Gantikan dengan jus buah asli tanpa penambahan gula.
- Sediakan camilan yang lebih sehat dengan kalori yang terkontrol.
- Cobalah me-review semua jadwal Anda. Luangkanlah paling sedikit 3 kali seminggu untuk berolahraga secara rutin. Ingat dampak berolahraga secara rutin dapat Anda rasakan di kemudian hari.
D. Guilt-Ridden Dieters
Anda termasuk orang yang memiliki keinginan untuk berdiet, namun godaan untuk makan lebih banyak atau makan makanan enak yang mengandung banyak lemak atau gula tidak dapat Anda hindari. Akibatnya setelah makan Anda merasa bersalah dan untuk menebus rasa bersalah tersebut, Anda berusaha untuk mengurangi jumlah kalori yang Anda makan pada waktu makan berikutnya. Tak jarang Anda sengaja melewatkan makan siang atau makan malam untuk 'menebus dosa' tersebut. Padahal melewatkan makan besar dapat membuat porsi snack Anda menjadi tidak terkontrol. Pola makan Anda menjadi berantakan, diet pun terancam gagal! Lebih buruk lagi, Anda dapat mengalami kekurangan nutrisi yang penting untuk tubuh seperti vitamin dan mineral. Akibatnya, kinerja tubuh Anda menurun dan makanan yang Anda makan pun tidak dapat dicerna dengan baik sehingga diubah menjadi lemak. Apabila hal ini terus dibiarkan, Anda dapat mengalami peningkatan berat badan dan peningkatan resiko diabetes, penyakit jantung, serta penyakit lainnya selain kekurangan nutrisi.
Tips:
- Mulailah menetapkan jadwal makan yang pasti. Bagilah waktu makan Anda 5 kali sehari, dimana 3 kali makan besar dan 2 kali snack terkontrol.
- Daripada berwisata kuliner, ajaklah teman atau pasangan Anda untuk memasak bersama makanan-makanan yang lebih sehat. Selain terjamin kebersihannya, jumlah masakannya pun lebih terkontrol. Yang penting, hindari membuat masakan yang digoreng dengan minyak dalam jumlah banyak. Variasikan antara menu rebus, kukus, atau panggang.
- Di waktu senggang, lakukanlah aktivitas lain yang tak kalah menyenangkan seperti bermain tenis bersama, berenang, karaoke, dan sebagainya.
- Sediakan camilan yang sehat dan berserat seperti buah, jus buah rendah gula, smoothies/yoghurt rendah gula atau cookies dengan kalori terkontrol di dekat Anda. Kandungan serat membuat Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga Anda dapat menahan godaan untuk terus makan.
- Berolahragalah secara teratur minimal tiga kali seminggu.
E. Impulsive Eaters
Anda yang termasuk kategori ini, sangat mudah tergoda untuk memuaskan hasrat makan Anda. Terkadang Anda makan bukan karena merasa lapar tetapi hanya untuk mengisi waktu luang Anda. Makan pun menjadi pelarian ketika Anda merasa stres, bosan, sedih, atau marah. Bahkan di saat Anda mengalami suatu keberhasilan, Anda mengijinkan diri untuk makan sepuasnya sebagai reward atas keberhasilan tersebut. Tanpa disadari jumlah kalori yang Anda konsumsi menjadi tidak terkontrol. Hal ini diperparah apabila Anda punya kebiasaan makan camilan sambil menonton TV atau kebiasaan "berburu makanan enak" dan berwisata kuliner. Mungkin Anda sudah berusaha mengompensasikannya dengan berolahraga, namun tanpa pengaturan makan yang baik, diet Anda tampaknya akan sulit untuk berhasil.
Asupan kalori yang tidak terkontrol berdampak pada naiknya angka di timbangan Anda. Apabila hal ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Anda terkena resiko tinggi penyakit jantung, hipertensi, stroke, diabetes, dan sebagainya akibat kelebihan kalori, lemak, dan sodium. Keadaan ini tentu dapat diperbaiki dengan cara mengubah pola makan Anda. Berikut adalah beberapa saran yang dapat Anda gunakan agar kebiasaan makan Anda menjadi lebih sehat.
Tips:
- Sibukkan diri Anda dengan banyak aktivitas selain makan. Berenang, berkebun, shopping, bahkan berkaraoke bersama teman-teman dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan sehingga Anda dapat melupakan diri sejenak dari makanan.
- Anda dapat curhat dengan orang terdekat untuk mengatasi rasa sedih dan tertekan Anda. Anda pun dapat menyalurkan energi Anda melalui olahraga seperti body combat dan tenis.
- Makanlah dengan frekuensi yang sering tetapi dengan porsi kecil. Kunyahlah makanan Anda dengan perlahan. Dengan demikian, Anda dapat merasa kenyang lebih lama. Selain itu, perbanyaklah konsumsi serat sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama dan terhindar dari godaan untuk terus makan.
- Sediakan camilan yang sehat dan berserat seperti buah, jus buah tanpa gula, atau cookies dengan kalori terkontrol di dekat Anda. Sebisa mungkin hindari camilan seperti kerupuk, kue-kue yang manis.
- Variasikan makanan yang Anda makan dengan sayur-sayuran dan buah-buahan. Usahakan untuk makan masakan yang direbus, dikukus, atau dipanggang dibandingkan dengan makanan yang digoreng. Makanan yang bervariasi membuat Anda tidak mudah bosan dan mengurangi hasrat untuk terus makan.