3

Mom’s Obese Sin

     

Mom’s Obese Sin Karir, Cinta, dan Cita sudah Anda peroleh. Namun, rasanya ketiganya memang perlu disempurnakan lagi dengan hal lain yang lebih menakjubkan, yaitu memberikan nafas kehidupan bagi anak Anda kelak. Pastinya menjadi dambaan dalam hidup setiap wanita adalah menjadi seorang ibu yang akan menyempurnakan kehidupan Anda sebagai seorang wanita. Dalam prosesnya, pastilah setiap ibu mendambakan anak yang dilahirkannya dalam kondisi yang sehat.

Awasi Berat Badan Anda!
Tetapi tahukah Anda bahwa dambaan ini bisa hanya menjadi mimpi saja oleh masalah yang sering mengganggu setiap orang, khususnya wanita, yaitu masalah berat badan. Apa sih hubungannya antara berat badan dengan kesehatan anak? Jangan salah, ternyata pepatah like mother like daughter bukanlah sekedar pepatah lama dan isapan jempol belaka. Penelitian terbaru yang dilaporkan dalam Jurnal Archives of Diseases in Childhood baru-baru ini menyimpulkan bahwa jika seorang wanita memiliki berat badan yang berlebih sebelum hamil, maka peluang sang buah hati yang dilahirkan dan menderita obesitas sejak kecil sangatlah besar.

Para peneliti tersebut melihat bahwa ada 3 faktor yang berkontribusi besar terhadap peluang seorang anak menderita obesitas. Pertama dilihat dari sisi genetik, yakni berat badan ibu yang berlebih (obesitas). Faktor lainnya adalah buah hati yang dilahirkannya berjenis kelamin perempuan, dan faktor terakhir adalah kebiasaan menonton televisi yang berlebihan. Dalam penelitian ini, para peneliti lebih menekankan terhadap masalah genetik.

Obese Mom, Obese Child
Penelitian yang melibatkan sebanyak 571 responden anak-anak ini berlangsung selama kurun waktu 3.5 tahun, yakni saat mereka menginjak usia 3.5 sampai memasuki usia 7 tahun. Di setiap kegiatan tertentu, persen total lemak tubuh (body fat) setiap anak dipantau secara rutin dan hasilnya ditemukan bahwa peluang anak menderita obesitas menjadi semakin tinggi di saat usia mereka semakin bertambah dan yang terbesar terjadi pada anak-anak yang ibunya mengalami kelebihan berat badan (obesitas). Walaupun demikian kesimpulannya, peneliti belum menemukan gen-gen apa yang diturunkan dari ibu ke anak yang dapat menyebabkan anak tersebut menderita obesitas.

Faktor kebiasaan terlalu lama menonton televisi juga ikut diteliti oleh para ilmuwan tersebut. Hasilnya bahwa anak-anak yang menonton televisi lebih dari tiga jam sehari, persen total lemak tubuhnya juga meningkat. Akan tetapi hasil pengukuran menunjukkan bahwa peningkatan lemak tubuh terbesar terjadi pada anak-anak yang ibunya mengalami kelebihan berat badan (obesitas).

Dari informasi ini, ternyata faktor berat badan ibu, secara genetik, berpengaruh besar terhadap berat badan buah hatinya di masa mendatang. Tubuh anak yang gempal dan chubby ternyata bukanlah menjadi sesuatu yang menarik lagi. Di balik tubuh yang gempal dan chubby itu berisiko besar terhadap penyakit-penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan juga serangan jantung di masa mendatang. Pastinya sebagai seorang ibu tidak menginginkan hal tersebut terjadi pada anak anda bukan?

Oleh karena itu informasi ini setidaknya dapat membantu bagi Anda yang ingin merencanakan kehamilan dan juga tentunya bagi masa depan anak Anda. Jika saat ini berat badan Anda masih berlebih, mungkin ada baiknya jika Anda menurunkan berat badan Anda sebagai bentuk persiapan memasuki masa kehamilan. Cobalah untuk menjalani pola hidup diet yang sehat terlebih dahulu sehingga berat badan anda ideal kembali. Yang terpenting saat anda menjalani pola hidup diet yang sehat, prinsipnya adalah dengan mengatur asupan kalori tubuh Anda sehingga kalori yang masuk tidak lebih besar dibandingkan kalori yang keluar. Namun jangan sampai kalori yang masuk terlalu rendah supaya kesehatan Anda tidak terganggu. Untuk mendukung program tersebut, Anda wajib mengimbanginya dengan berolahraga secara teratur.

Like mother like daughter bukan lagi sekedar pepatah belaka. Dengan memiliki berat badan ideal sebelum masa kehamilan, Anda telah memberikan yang terbaik untuk bayi Anda kelak. So,…good for you, good for your baby!

Tags: , , , , , , , ,

Comments are closed.