3

Kecil Gendut, Dewasa Gemuk

     

Kecil Gendut, Dewasa Gemuk Manusia memang makhluk yang sulit dimengerti. Bagaimana tidak? Saat Anda dewasa, rasanya ingin kembali ke masa anak-anak dan remaja, suatu masa dimana Anda bisa lebih bebas berekspresi. Begitu juga sebaliknya, ketika berada dalam masa kanak-kanak dan remaja, terkadang kita ingin cepat menjadi dewasa, agar mendapatkan aktualisasi diri. Padahal jika ditelusuri, perubahan usia terkadang tidak memberikan perubahan total pada diri Anda loh!

Coba Anda ingat-ingat, kebiasaan saat anak-anak dulu apa saja yang masih Anda lakukan hingga sekarang ini? Rasanya cukup banyak bukan? Mulai dari kebiasaan negatif seperti memilih-milih makanan hingga yang positif seperti berolahraga setiap pagi. Tapi tidak hanya kebiasaan masa kecil saja yang bisa terbawa hingga dewasa, masalah berat badan saat kecil dan remaja pun ternyata juga bisa terbawa hingga dewasa.

Selamanya Gemuk?
Benarkah kegemukan yang dibawa dari masa kecil dan remaja, bisa terus berlangsung hingga beranjak ke usia dewasa? Hasil penelitian yang tercantum pada European Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa berat badan atau penambahan berat badan yang terjadi pada usia 7 hingga 11 tahun merupakan prediksi utama kegemukan pada saat dewasa. Diketahui bahwa mereka yang memiliki berat badan berlebih atau mengalami penambahan berat badan yang drastis pada usia 7 hingga 11 tahun ternyata memiliki risiko kegemukan saat dewasa yang lebih tinggi.

Bahkan, diperkirakan bahwa 80 % dari remaja yang mengalami kelebihan berat badan saat ini akan menderita obesitas pada saat dewasa nanti. Sekedar informasi, data dari Central European Journal of Public Health (2006) menunjukkan bahwa terdapat lebih dari 22 juta anak-anak di dunia yang mengalami kelebihan berat badan. Angka yang sangat besar sekali, bukan? Berat badan yang berlebih saat masa anak-anak dan remaja, ternyata memberikan dampak yang buruk bahkan ketika Anda telah dewasa.

Obesitas Membahayakan Jantung
Hal yang lebih menyeramkan, masalah obesitas ini ternyata erat kaitannya dengan berbagai masalah kesehatan, terutama penyakit jantung dan diabetes. The New England Journal of Medicine menyatakan bahwa para remaja yang menderita obesitas memiliki tingkat risiko terkena penyakit jantung pada saat dewasa (termasuk serangan jantung dan nyeri kronis pada bagian dada) yang lebih tinggi.

Selain itu, obesitas juga diketahui erat kaitannya dengan diabetes. Diabetes adalah suatu penyakit dimana penderitanya mengalami gangguan metabolisme glukosa sehingga glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel namun tetap berada di dalam darah. Diabetes sendiri erat kaitannya dengan berbagai macam gangguan kesehatan dan komplikasi, seperti penyakit jantung, stroke, kebutaan, hingga koma yang berujung pada kematian. Makin menyeramkan bukan?

Hidup Sehat Sedari Dini
Cara paling efektif untuk mengatasi masalah kesehatan akibat obesitas adalah dengan menjaga berat badan sejak dini. Mungkin sebagai orang tua, kita senang jika memiliki anak yang montok. Selain menggemaskan, anak yang montok, selalu diidentikan dengan anak yang sehat. Padahal anggapan ini dapat memberikan petaka bagi anak kita. Apalagi, jika pola makan yang tidak sehat sudah menjadi kebiasaannya sejak kecil hingga remaja.
Para peneliti menyatakan bahwa akan sangat sulit menekan risiko gangguan kesehatan pada mereka yang sudah menderita obesitas, terutama risiko penyakit diabetes yang erat kaitannya dengan penyakit jantung.

Cara menjaga berat badan pada anak-anak dan remaja sebenarnya tidak sulit kok! Yang terpenting adalah mengikuti pola hidup sehat dengan memilih makanan yang sehat dan tepat serta berolahraga secara teratur. Susu memang merupakan minuman wajib bagi mereka yang masih berada dalam masa pertumbuhan. Namun, terkadang kita sering salah memilih susu anak dan remaja. Kita cenderung memilih susu dengan kandungan lemak yang tinggi. Untuk memiliki berat ideal, sedari awal sebaiknya Anda memilih makanan yang kaya nutrisi namun rendah lemak, seperti susu rendah lemak agar masalah berat badan tidak perlu dikhawatirkan lagi sejak masa anak-anak. Alhasil, masa anak-anak, remaja hingga dewasa menjadi sama indahnya dengan berat badan yang selalu terjaga ideal.

Tags: , , , , , , ,

Comments are closed.