Fish For Two?

Sambil tersenyum, sang dokter menyalami Anda sambil berkata, ”Selamat, Anda sedang mengandung!” Mungkin itulah kalimat terindah yang ingin didengar seorang wanita yang selalu menanti-nantikan kedatangan seorang buah hati.
Apa yang ada di benak seorang calon ibu muda? Nama anak, pakaian hamil, mainan bayi, kereta dorong. Semuanya berkelebat dan terasa penting, tetapi di atas hal-hal fisik tersebut, yang terpenting adalah kualitas keehatan dan fisik calon bayi yang akan dilahirkan. Jadi pertanyaan yang harus dijawab adalah, makanan apa yang harus dikonsumsi oleh seorang wanita hamil? Faktanya, selama kehamilan, calon ibu memberi makan dua orang: dirinya sendiri dan calon bayi. Pada intinya bukan porsinya yang double tapi juga nutrisinya yang harus double. Makanan calon ibu merupakan satu-satunya sumber nutrisi bayi. Jika calon ibu kekurangan vitamin dan nutrisi, sang bayi pun akan mengalami hal yang sama.
Yang Penting Bagi Ibu Hamil
Ada beberapa nutrisi yang wajib dikonsumsi oleh ibu hamil demi perkembangan janin, antara lain asam folat, zat besi, protein, seng dan kalsium. Asam folat, atau yang dikenal sebagai vitamin B9, sangat penting terutama selama tiga bulan pertama kehamilan untuk pembentukan sistem saraf bayi. Zat besi dibutuhkan untuk menghasilkan sel darah yang berperan dalam suplai nutrisi ke plasenta. Konsumsi protein yang cukup akan membantu mempertahankan dan membentuk jaringan tubuh ibu dan janin. Mineral seng dan kalsium juga diperlukan untuk perkembangan embrio.
Nutrisi ibu tercukupi, janin pun tumbuh sehat di dalam rahim. Tapi Ibu mana yang tidak ingin bayinya cerdas? Untuk mencapainya, Omega 3-lah kuncinya. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa omega 3, khusunya DHA, memang berperan penting dalam perkembangan otak bayi tidak hanya selama di dalam kandungan tetapi juga pada masa-masa awal pertumbuhannya. Oleh karena itu tidaklah mengherankan kalau ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi beberapa jenis ikan yang memang terkenal kaya akan omega 3. Seperti Denis, yang sedang hamil 4 bulan, kulkasnya dipenuhi dengan ikan-ikan segar yang siap diolahnya setiap hari.
Waspadai Merkuri
Sayangnya, banyak perairan di Indonesia yang tercemar mengakibatkan ikan-ikan turut terkontaminasi logam berat seperti merkuri, yang jika dikonsumsi dapat mempengaruhi perkembangan otak janin. Di Indonesia sendiri pernah dilakukan penelitian mengenai pencemaran ikan oleh logam berat pada tahun 1997. Hasilnya, beberapa jenis ikan seperti tongkol, kakap merah dan bawal hitam terkontaminasi oleh merkuri. Yang juga menjadi masalah adalah bioakumulasi, di mana merkuri dan zat beracun lain akan menumpuk dalam tubuh setiap kali ikan dikonsumsi. Mungkin Anda tidak akan merasakan dampaknya saat ini, namun di masa yang akan datang, merkuri akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan.
Dengan adanya bahaya tersembunyi konsumsi ikan tersebut, Food and Drug Administration (FDA) dan Environmental Protection Agency (EPA) menyarankan ibu hamil dan menyusui untuk membatasi konsumsi ikan hingga dua porsi per minggu dan memilih ikan dengan kadar merkuri rendah seperti udang, salmon, light tuna, dan lele. Di lain pihak ikan hiu, todak, dan mackerel sebaiknya dihindari karena mengandung merkuri yang tinggi.
Ada Alternatif Lain Kok!
Menghilangkan ikan dari menu diet untuk menghindari akumulasi zat beracun tentu saja bukan solusi terbaik. Wanita sebaiknya terus mengonsumsi ikan selama kehamilan dengan membatasi porsi dan memilih jenis ikan dengan kadar merkuri rendah. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan, di samping bahan alami seperti sayur, buah dan ikan, pilihlah makanan pelengkap seperti susu yang kaya protein dan kalsium serta dilengkapi dengan omega 3 untuk mencukupi kebutuhan nutrisi ibu dan bayi. Hasilnya, Anda akan mendapatkan nutrisi double yang terbaik untuk Anda dan si calon bayi.
Tags: fish, hamil, hidup sehat, ibu ham, ibu hamil, ikan, mengandung



