“Extra Carbo = Extra Fat?”
“Aduh, kalo makan yang berlemak nanti gemuk loh!”
Tentu tidak asing lagi didengar bahwa konsumsi makanan berlemak secara berlebihan dapat membuat Anda gemuk. Nah, sama halnya dengan karbohidrat. Karbohidrat yang berlebihan dapat membuat lemak Anda bertambah. Bagaimana bisa begitu ya?
Secara singkat, karbohidrat adalah molekul gula sederhana atau kompleks yang memiliki fungsi penting dalam menjaga kesehatan tubuh kita sehari-hari. Dalam tubuh, karbohidrat berfungsi sebagai sumber utama kalori yang diperlukan tubuh (4 kilokalori/gram) dan juga menyediakan cadangan energi. It means, we still need carbo! Siapa bilang jangan makan nasi kalau sedang diet? Selain itu, serat, sebagai jenis karbohidrat yang tidak dapat dicerna, mampu menurunkan kadar kolesterol darah dan baik untuk kesehatan saluran pencernaan (1). Konsumsi karbohidrat yang disarankan adalah 50-60% dari kebutuhan kalori harian Anda (2) yang disesuaikan dengan umur, jenis kelamin dan kegiatan fisik.
Lemak & Karbo…
Jadi sebenarnya apa sih yang mempengaruhi jumlah lemak dalam tubuh Anda? Ada dua faktor utama, yaitu jumlah dan komposisi makanan yang dimakan dan jumlah aktifitas fisik yang Anda lakukan. Lemak akan disimpan sebagai akibat konsumsi makanan secara berlebih atau aktivitas fisik yang terbatas. Jadi ketika Anda mengonsumsi karbohidrat lebih banyak, kelebihan karbohidrat tersebut akan menyebabkan lemak di tubuh Anda disimpan lebih banyak pula.
Let’s take note: apabila energi yang diperoleh dari makanan sumber karbohidrat kompleks melebihi 60%, maka kebutuhan protein, vitamin dan mineral akan menjadi sulit dipenuhi (2). Ini berarti jika Anda membutuhkan 1900 kilokalori dalam sehari (rata-rata kebutuhan wanita Indonesia), maka Anda membutuhkan karbohidrat tidak lebih dari 285 gram per hari. Ini setara dengan 1,5 cup nasi atau kurang lebih 18 sendok makan nasi per harinya. Selain itu, agar konsumsi karbohidrat Anda tidak berlebih, setengah dari sajian karbohidrat yang dikonsumsi harus berasal dari karbohidrat kompleks seperti oat, cereal, roti gandum dan kurangi konsumsi makanan seperti soft drink, es krim, dan cake (1).
Dengan banyaknya variasi sumber karbohidrat – nasi, mie, roti, pasta, dan sebagainya – tentunya Anda harus sangat cermat dalam memilih! Hmm…memang agak sulit ya. Akan tetapi, kini Anda tak perlu khawatir kelebihan karbohidrat. Kini sudah ada WRP Diet Tea dengan bahan alami Phase2 dari ekstrak kacang-kacangan yang membantu mengurangi penyerapan karbohidrat sehingga hanya 1/3 bagian saja yang diserap oleh tubuh. WRP Diet Tea, Fear Carbo No More!
REFERENCES :
1. Boyle MA, Long S. 2007. Personal Nutrition, Seventh Edition. Wadsworth Cengage Learning: USA.
2. Departemen Kesehatan RI. 2003. Pedoman Umum Gizi Seimbang (Panduan untuk Petugas). Jakarta, Departemen Kesehatan.
3. Food and Agriculture Organization. 1998. Carbohydrates in human nutrition: Carbohydrate Food Intake and Energy Balance. FAO Food and Nutrition Paper – 66. http://www.fao.org/docrep/ W8079E/w8079e0m.htm.




March 27, 2010 at 14:08
wah”… carbo trnyata bs jd lemak klo dikonsumsi bnyk”… hrus bner” perhatikan cara makan kita, ya…
aku bner” trbantu. Mkasih bgt atas infonya, jg referencesnya! THX, WRP!
April 3, 2010 at 20:51
I hope you put english translations to your website. ._.
pray the product works for me!:)
=====================================================
WRP:
Dear Apple,
Thanks for your insight
Regards,
WRP